shafira.com
MILAN-Milan Fashion Week baru berakhir. Selama lima hari sejak 16 Januari, Milan Fashion Week 2010 memamerkan tren busana pria terkini.
Diangkatnya tren busana pria dalam Milan Fashion Week tahun ini dilatarbelakangi merosotnya penjualan busana pria di Italia sepanjang 2009 lalu. Penjualan selama 2009 turun hampir ke angka 10 persen dari tahun sebelumnya. Dan itu terjadi seantero Italia.
Hal ini diungkap Mario Boselli, ketua kamar dagang Italia, kepada pers saat pembukaan pekan mode untuk autum/winter 2010 di Milan. Para desainer Italia tampak menyiasati kelesuan ekonomi dengan rancangan-rancangan klasik dan rapi hingga preepy essentials.
Desainer Miuccia Prada, misalnya, menampilkan koleksi-koleksinya yang preepy namun nyaman dan penuh warna. Seperti koleksi blazer wool, crew neck pullovers, dan rangkaian pakaian casual slack-nya. Gaya Prada ke depannya, sahut Miuccia, adalah motif tebal untuk overcoat pria serta pemilihan warna pastel yang lebih ringan bagi wanita.
Direktur kreatif Gucci, Frida Giannini mengatakan bahwa dalam peragaan kali ini, Gucci lebih memperhatikan rancangan sepanjang masa daripada desain-desain musiman. Koleksi Gucci yang ditampilkan di antaranya jaket sport gaya klasik, slim pants, v-neck sweater dan juga rangkaian koleksi syal.
Dolce&Gabbana, salah satu rumah mode terkenal dunia memamerkan koleksi-koleksinya yang tegas dan keras. Busana gaya pekerja Sisilia lengkap dengan topi, kaos tanpa lengan ditambah rangkaian dusty footwear.
Sementara itu banyak desainer menyiasati kelesuan ekonomi dengan gaya sporty yang elegan dalam Milan Fashion Week. Donatella Versace misalnya. Hadir dengan tema optimistis ‘anti-krisis’, memperagakan koleksi-koleksi biker boots-nya yang jantan dan mengkilap, tigh pants, jaket kulit berwarna hitam dan tak lupa tas berukuran besar.
“Fashion dan glamor adalah DNA kami. Why not go for it?” lantang perancang Versace.***
Share on Facebook