Penganut gaya romantis sangat mengutamakan sisi feminin. Sebagian besar wanita Asia memilih gaya romantis yang menonjolkan kefemininan.
Menurut jurnalis dan analis fashion Sylvie Maysonnave, gaya romantis mengutamakan sisi feminin seseorang. Gaya ini secara alamiah cenderung mengundang perhatian lawan jenis. Karena mengungkapkan kelembutan, manis dan sensualitas feminin sebagai point of interest.
Misalnya saja dengan memakai blur berwarna soft pink ketat (fitted), mengekspos lekuk tubuh si pemakai. Wanita tipe ini memaksimalkan efek silhouette, warna dan total look yang sempurna.
Menawan dan cantik adalah kesan lain yang ditampilkan gaya romantis. Sebagian besar pria berpendapat bahwa gaya berpakaian romantis adalah paling cocok untuk wanita. Pemilihan warna-warna pastel atau dusty lembut seperti off white, powder pink, lavender, peach atau pink salmon sangat mendukung kesan cantik dari seorang wanita.
Untuk wanita Asia khususnya di majalah fashion Jepang, banyak halaman mode yang menampilkan style romantis yang feminin atau girly. Gaya ini masih bisa dipadupadankan sesuai keinginan.
Sebab, tiap pribadi romantis dapat mengembangkan gaya yang berbeda. Seperti romantic vintage yang tak lekang oleh waktu masa. Misalnya kita lihat dari penampilan aikon fashion Catherine Zeta Jones. Atau bisa juga memilih gaya berpakaian romantis modern dengan mencampurkan warna-warna gelap seperti ungu, merah dan hitam. Seperti koleksi Vera Wang, desainer kenamaan Cina.
Untuk busana muslim, sisi romantik bisa dihadirkan lewat macam-macam aksen. Detail lipit dan pita, misalnya, menghadirkan sisi romantik busana muslim. Atau dengan penambahan rompi sebagai pemanis gamis, tunik, serta blus longgar.
Apalagi bila lebih lanjut memilih palet pastel, merah muda, ungu, dan marun dalam berbusana muslim. Pasti terlihat lebih manis dan menawan saat dipadukan dengan motif-motif etnis.
Share on Facebook