The most outstanding in providing Moslem Fashion

My Enlightment

Sunday, June 21st, 2009

Mimpi dan Penyakit Sang Ibu Menjadi Hidayah Untukku

Oky Setiana Dewi, gadis kelahiran Batam, 13 Januari 1989 ini biasa disapa dengan sebutan Oky. Aktifitasnya sebelum terjun ke dunia entertain memang sangat padat karena Oky aktif di kegiatan mayoret di sekolahnya. Saat ditemui ketika acara Lebaran Bersama Shafira 2009, Rabu lalu di Hotel Dharmawangsa Jakarta, pemain film Ketika Cinta Bertasbih ini sempat berbagi pengalamannya ketika pertama kali memutuskan untuk berjilbab dan berbusana muslim.

okky1 197x300 My EnlightmentAwalnya Oky memutuskan untuk memakai kerudung pada tahun 2006 ketika ia duduk di bangku kelas 2 SMA. Setahun sebelumnya sewaktu masih duduk di kelas 1, sempat bermimpi bahwa ketika itu ia berada di suatu tempat, dan di tempat tersebut banyak sekali wanita yang memakai jilbab putih, Oky sendiri tidak tahu persis tempatnya dimana. Saat itu ia berada ditengah-tengah orang yang berjilbab sedangkan ia sendiri tidak berjilbab, lalu datang seorang Bapak dan berkata “Kapan kamu seperti mereka?”. Saat itu juga ia terbangun dari tidurnya, mungkin bagi sebagian orang mimpi tadi hanya mimpi sederahana yang tidak berarti apa-apa. Tapi bagi seorang Oky, setelah mimpi itu terjadi selama 7 hari ia jadi tidak tenang karena memikirkan maksud dari mimpi tersebut.

Akhirnya sedikit demi sedikit, ia bisa melupakan mimpi ‘aneh’nya dan kembali menjalani aktifitas seperti biasa, karena ia berfikir bahwa jilbab itu susah dan nantinya akan menghambat semua aktifitas yang sedang dijalaninya sekarang, mayoret, main basket, ikut organisasi ini-itu ia lakoni. Apalagi dibenaknya memakai jilbab itu tidak keren, justru tanpa berjilbab ia bisa mengekspresikan macam gaya busananya, rambut bisa di bentuk apapun, dan bebas melakukan sesuatu yang dia mau.

Ketika menginjak usia 16 tahun, gadis yang hobi membaca dan menulis ini memutuskan untuk hijrah ke Jakarta seorang diri. Mengejar karir, itulah alasan utamanya apalagi ia berhasil menjadi pemenang salah satu ajang modelling maka ia ditawari untuk bermain di salah satu ftv ( film televisi ) . Ketika sedang serius mengejar karier, tiba-tiba saudaranya memberi kabar bahwa ibunya yang berada di Batam sakit, dan harus segera dilarikan kerumah sakit. Ibunya divonis mengidap penyakit Sindrom Steven-Jhonson, semacam penyakit kulit yang kalau penderitanya membuka baju, maka sebagian dari kulitnya juga ikut terkelupas. Penyakit ini merupakan penyakit seumur hidup dan sedikit sekali kemungkinan untuk bisa sembuh total.

Dari kejadian itu, Oky mulai berfikir kalau dunia itu tidak ada apa-apanya, untuk apa mengejar dunia karena yang ia butuhkan sekarang adalah kesembuhan sang ibu dari Allah SWT. “Kalau dulu aku masih menangis saat menceritakan ini sama orang, tapi sekarang aku jauh lebih kuat dan tenang. Aku tidak butuh nafsu dunia karena yang aku inginkan sekarang adalah aku bisa menjadi anak baik, sholehah, doaku didengar Allah, aku bisa merawat ibu dan ibuku sembuh.” ungkapnya.

Akhirnya tanpa mempunyai baju muslim dan jilbab, dan hanya mengandalkan baju pinjaman dari teman, Oky memutuskan untuk berjilbab dan berbusana muslim. “Saat itu aku sama sekali tidak punya persiapan apa-apa, aku hanya bilang Bismillah Ya Allah aku ga butuh dunia, tidak peduli karir mati, atau kegiatan terhambat, aku hanya ingin ibu sembuh.”. Ternyata setelah itu godaan benar-benar ada, tawaran untuk main sinetron terus mengalir dan tanpa casting. Impian yang dari dulu ia idamkan sekarang ada di depan mata, lalu bagaimana dengan Jilbabnya? “Tawaran itu memang menjadi godaan yang berat buatku, tapi dengan niat yang tulus dan ikhlas maka aku tolak semua tawaran tersebut karena aku akan mencoba istiqomah dengan Jilbab ku. Aku lebih memilih cantik di mata Allah, daripada cantik didepan orang-orang umum tapi dengan pakaian terbuka.” sahut Oky.

Alhamdulillah kondisi kesehatan sang ibu berangsur-angsur mulai pulih walaupun memang tidak bisa sembuh total. Setelah itu kehidupannya jauh lebih berbeda ketika sebelum dan sesudah berkerudung. Oky menjadi lebih terdorong dan termotivasi untuk mempelajari lebih dalam agamanya. Banyak orang berkata “Lebih baik hatinya dulu yang berjilbab, baru tubuhnya !”, kata-kata itu tidak ada dalam prinsip hidup mahasiswi Sastra Belanda, Universitas Indonesia 2007 ini, “Sebenarnya aku sangat tidak setuju kalau ada orang yang punya pernyataan seperti itu, seharusnya coba rubah paradigma tersebut menjadi Bismillah saya berjilbab karena Allah, dan dengan berjilbab mudah-mudahan saya bisa mengerem dan malu untuk melakukan hal-hal yang di benci oleh Allah.”

Jilbab memang berbeda dengan shaum atau sholat. Ketika seorang wanita datang bulan, Allah memberi dispensasi kepada wanita untuk tidak melakukan kedua hal tersebut. Tapi kalau jilbab, sama sekali tidak ada dispensasi. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat An-Nuur ayat 31:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepad suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau puter-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan, janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Keputusan berkerudung ini bukanlah perkara yang mudah bagi Oky, karena awalnya tidak sedikit yang mencibir dan berkata hal tidak enak untuknya. “Banyak orang yang mencibir dan mengira niat berkerudung saya ini cuma iseng-iseng belaka, sampai ada salah seorang sutradara yang bilang ‘Ah..sudahlah jangan pernah mimpi kamu bisa terjun di dunia entertain, dunia itu sudah mati buat kamu, orang berjilbab itu tidak punya tempat di dunia entertainment!’. ” Sungguh cobaan yang berat, tapi Oky tetap pada niat awalnya dan berusaha menerima dengan lapang dada.

Dunia entertain coba ia tinggalkan, dan Allah menggantikan dunia itu menjadi dunia yang lebih baik. Oky ditemukan dengan teman-teman baru yang peduli dan selalu mengingatkan ia pada Allah SWT sampai akhirnya ia terjun diorganisasi remaja masjid di kampusnya. “Disana aku menemukan kemanisan iman, rasanya sungguh berbeda kalau dulu ketika aku lewat banyak orang yang menganggu dengan siulan dan godaan genit, tapi sekarang sudah tidak karena setiap bertemu kalimat yang diucapkan adalah Assalamualaikum, dan kebahagiaan itu yang tidak akan aku tukar dengan yang lain.”

Sampai akhirnya datang film Ketika Cinta Bertasbih (KCB), semula memang ia melupakan dunia entertain, tapi dorongan dari teman-teman membuatnya berfikir untuk mencoba kembali apalagi ini film religi “Ya Allah kalau ini baik untukku dan untuk orang lain tolong muluskanlah jalanku .” Kalimat itulah yang ia ucapkan saat mengikuti audisi mega film besutan sutradara Chaerul Umam itu, dan subhanallah Allah sangat memberikan kemudahan dan kelancaran. Yang tadinya banyak orang mencibir bahwa jilbab itu tidak ada tempat di dunia entertain dan karir mati ternyata itu salah besar karena Oky dapat membuktikannya, apalagi ia dipercaya menjadi pemeran utama KCB. “Ini hasil dari kesabaranku, dan Allah memberikan hadiah yang sungguh luar biasa, apalagi seluruh pemain KCB memang asli berjilbab.” ungkap Oky yang memerankan sosok Anna Althafunnisa dalam film KCB.

Hal ini cukup membuktikan bahwa jilbab bukanlah suatu penghalng untuk melakukan sesuatu, bahkan dengan berjilbab bisa menjadi sebuah prestasi, jangan pernah takut soal rezeki karena Allah sudah menentukan semuanya. “Jadi untuk teman-teman yang masih ragu untuk berjilbab, buang rasa ragu itu karena jilbab bukanlah suatu penghalang. Kalau kita mau melakukan sesuatu yang baik dimata Allah pasti akan banyak sekali godaan, tapi ketika kita berhasil mengalahkan godaan tersebut maka kita akan bangga dan di mata Allah sendiri kita akan naik kelas. Yang aku alami sekarang adalah buah dari kesabaran dan keyakinan bahwa cepat atau lambat Allah pasti membantu kita.” ungkapnya.

Berbusana muslim dan berjilbab, bukan berarti uang saku dalam berbelanja busana jadi lebih bengkak, karena busana muslim itu mudah dan murah, asal bisa memadu padankan pakaian yang ada pasti jauh lebih hemat. Kesulitan dalam memilih busana pun tak luput dirasakan oleh Oky “Kesulitan itu awalnya selalu ada, dulu memang aku suka tergoda dengan baju-baju pendek yang lucu makanya kita harus tetap istiqomah dalam berjilbab.” Lantas usaha seperti apa yang Oky lakukan untuk menjaga keistiqomahannya? “Itu dia, berjilbab bukan hanya didasari oleh niat saja tapi juga harus dibarengi dengan ilmu yang kuat agar kita semakin yakin, dan nyaman dengan jilbab.” jawabnya.

Ilmu agama sangat penting dalam kehidupan manusia terutama dalam kegiatan religi, Oky sendiri memang mengikuti kajian agama tersendiri seperti pengajian rutin, dan mengkaji al-qur’an bersama seorang ustadzah yang membantu ia belajar agama. “Kegiatan religi diusahakan harus ada, karena hal itu sebagai penyeimbang untukku, apalagi sekarang aku dihadapkan pada banyak orang yang berbeda karakter makanya aku harus lebih memahami semua itu dengan cara mengikuti kegiatan religi tersebut.

Pengalaman hidup seorang Oky Setiana Dewi ini menghasilkan hikmah dan hidayah yang luar biasa baik untuk ia sendiri maupun orang lain. Sesuai dengan motto hidupya “Lakukan sesuatu di dunia ini atas dasar Allah dan untuk akhirat maka sesuatu yang kita lakukan pasti hasilnya akan baik.” dan kita harus yakin bahwa dengan usaha dan niat yang tulus pasti Allah selalu ada bersama kita. (nik)

Share on Facebook
iklan-shafira-maret-2010